Wednesday, August 17, 2016

[Permainan Jadul] - Puputulan

Halo, Keluarga Indonesia!

Bagi yang pernah memerhatikan gimana cara bermain anak-anak yang tumbuh di tahun 90an, udah pasti deh tahu banyak tentang permainan fisik yang sering dimainkan bersama teman-teman sekampung atau satu sekolahan.

Salah satunya (kalau di tanah Sunda) namanya itu “Puputulan”!

Hayo, masih pada inget nggak nih cara mainnya gimana?

Yang pasti sih permainan ini asyiknya diikuti minimal 5 orang per grup. Makin banyak pasukan kan enak gitu jaga batunya dari injakan pasukan musuh :D

Cara Bermain

 

Ajak minimal sepuluh orang dari teman-teman kamu.

Kesepuluh orang tersebut dibagi ke dalam dua kelompok (masing-masing beranggotakan lima orang *Ya iyalah ya! :p).

Setiap kelompok mempunyai benda (biasanya batu) sebagai pusaka yang harus dijaga dari injakan kelompok tanding.

Kedua kelompok harus berhadapan dengan jarak yang cukup untuk mulai bertanding. Minimal jaraknya 15 meter (ini mah karangan saya ajah :D). Lebih jauh lebih asyik, karena permainan ini didominasi kejar-kejaran antar anggota kelompok (biar lebih leluasa gitu lari dari kejaran lawan tandingnya :D).

Aturan permainannya adalah cepat-cepat menginjak pusaka (batu) kelompok tanding. Kelompok mana yang duluan bisa menginjak pusaka (batu) milik lawannya, maka kelompok itulah yang keluar sebagai juara! :D

Setiap anggota masing-masing kelompok berusaha keluar dari markasnya untuk menginjak pusaka lawan.

Jangan sampai kena sentuh oleh anggota kelompok lawan yang mengejar. Aturannya adalah siapa yang keluar lebih dulu dari markasnya maka ia mempunyai kelemahan kalau kena sentuh.

Yang kena sentuh oleh anggota kelompok lawan, maka ia menjadi tawanan yang hanya bisa dibebaskan dengan sentuhan dari anggota kelompoknya sendiri.

Tawanan disandera di depan kelompok lawannya. Posisinya yaitu berdiri dengan sikap tubuh meyamping dan kaki membuka sambil melambai-lambaikan tangan meminta bantuan :D

Semakin banyak anggota kelompok lawan yang tersandera, semakin besar peluang bagi kita untuk menginjak pusaka (batu) di markas kelompok lawan.

Kalau anggota kelompoknya tinggal satu orang, biasanya suka dirongrong oleh kelompok lawan. Siap-siaplah menerima serangan kaki-kaki lawan yang kekar! :D Kalau kakimu punya centengan, mending nyerah deh! Hahaha.

Permainan usai ketika pusaka (batu) kelompok lawan berhasil kita injak.

Habis itu, istirahatlah kita sambil jajan es sirup beku! :D

***

Gimana, seru kan? Coba deh mainkan sama teman-teman kamu sambil nostalgia.

Dan yang terpenting adalah wariskan permainan ini kepada anak-anak kita! Mereka harus merasakan permainan yang dulu membuat kita merasakan kebersamaan yang mendalam bersama teman-teman sebaya.

Permainannya sendiri sejatinya menyehatkan, karena kita main kejar-kejaran :D

Dan juga permainan ini membuat kita berlatih politis, karena kita harus menyusun siasat untuk bisa cepat-cepat menginjak pusaka kelompok lawan.

Tapi tetep, kesportifan mesti kita jaga dong ya! Dahulukan adab sebelum mereguk kemenangan! :D